UAS KSI
1. Flash Fiction
Hujan di Bulan Februari
Oleh: Barokatus Jeh
Hujan seakan mengerti isyarat hatiku. Terus menerus jatuh selama sebulan penuh selama Februari dan menyisakan bekas luka yang nyata di hatiku. Aromanya entah mengapa masih mengendap di dinding hatiku. Meskipun sedari tadi bau petrikor menguar di sela-sela jendela. Aku tak peduli. Sebab, meskipun hujan sudah berhenti, tetapi derau kilat masih menyambar-nyambar. Membuat bulu kudukku menggigil. Segera kututup gorden jendela yang menyibak sedari tadi.
Aku merapatkan jaket tebalku secara perlahan dan kutarik selimut lagi sembari mendengkur kencang. Aku mendapati iler beautyku memenuhi sarung bantal dan mendapati tubuhku di bawah ranjang. Sial! Aku mimpi hujan.
Ponorogo, 10/03/2019
2. Haiku Impian Empat Dunia
Mimpi
Oleh: Barokatus Jeh
Semalam rabunku sudah tak keruan
Mataku sembab di pagi buta perihal namamu. Kau!
Menyengsarakan batinku lewat sabda-sabda indahmu
Ponorogo, 10/03/2019
Hujan
Rinai hujan menggaung pelan di teras
Suaranya seperti sirene mobil ambulans memekakan telinga
Di malam ketujuh kematian semut merah
Ponorogo, 10/03/2019
Obor
Menuangkan ide di tengah terik matahari
Pada siang yang amat panas membakar gelora
Kau membawa obor kata-kata semangat
Ponorogo, 10/03/2019
Sore
Swastamita belum purna hilang di sana
Cahayanya masih berkilauan menyinari alam jagat raya
Membawaku menorehkan tinta dalam buku
Ponorogo, 10/03/2019
Komentar
Posting Komentar