Cerita

5. Cerita Tiga Paragraf

      Aku menekuri sepi pada derau hujan di kilatan cahayanya yang mengendap di labirin-labirin kenangan masa silam. Pergilah wahai sang tuan tanah hatiku. Aku ragu untuk membencimu. Sebab melepaskanmu ternyata lebih sulit dibanding menjaga cintaku tetap utuh.
        Dibanding aku katanya banyak yang lebih menderita sebab mereka memaksa bahagia.
"Kamu itu masih enak cuma cinta dalam diam, aku LDR-an Shin? Sakit tahu ditinggal selingkuh. Bayangkan! Ah kamu sih baperan." Protesnya padaku waktu itu.
Aku hanya tersenyum simpul mendengar jawabannya.
         Pada akhirnya, aku lebih memeluk cintaku dibanding melemparkannya jauh. Biarlah apapun perkataan mereka tentang diriku. Sebab memujamu adalah kebahagian dan motivasi hidupku. Kamu!

Ponorogo, 10/03/2019

Komentar

Postingan Populer