Prosa Liris Romantis
Tema: Patah Hati
Patah Hati
Oleh: Barokatus Jeh
Berpuluh-puluh sesak memenuhi rongga hatiku. Seperti beban berat menghimpitku. Aku tidak tahu akan bagaimana memecahkan masalahnya. Dengan apa pula aku mengendurkan ketegangan yang mengendap dalam hatiku. Sebab wajahku tiba-tiba bersemu merah dan tanganku tiba-tiba gemetar tak keruan.
Perkara tuju hari yang lalu. Ketika semua orang menatapku dikarenakan aku jatuh bertabrakan dengannya.
"Maaf?" katanya sopan sembari tetap menundukkan kepalanya.
"Aku juga." Kataku kemudian.
Selang setelah itu kami jadi akrab. Sangat akrab malah seperti sudah mengenal jauh. Aku terbius oleh tawanya, suaranya, irama nafasnya, cara bicaranya, aroma tubuhnya dan wajah tampannya.
AAAAU ... aku meringis kesakitan. Mendapati tubuhku jatuh dari dipan. Lantas kumemegang kepalaku. Ah ternyata hanya mimpi. Sial pikirku. Sunggu inilah yang dimaksud patah hati beneran disebabkan mimpi yang belum terselesaikan. Aku merutuk diriku dalam hati.
Ponorogo, 16/03/2019
Komentar
Posting Komentar